Headlines News :
Home » , » Kenapa SBY Harus Marah

Kenapa SBY Harus Marah


Soal buruknya prilaku penonton distadion senayan pada pertandingan Indonesia vs Bahrain, semestinya SBY tidak perlu marah, itulah cerminan masyarakat yang dipimpinnya. Seperti pepatah mengatakan, ” Buruk rupa cermin dibelah.” Rakyat itu bagaimana pemimpinnya, buruk rupa pemimpinnya, buruk pula prilaku rakyatnya. Kenapa harus marah melihat prilaku yang salah, coba instropeksi apa ada yang salah dalam kepemimpinannya, apa ada yang sudah berubah dari rakyat yang dipimpinnya.

Seperti yang diberitakan Kompas.com, Presiden langsung berdiri saat melihat ada penonton di tribun seberang tempatnya menonton yang melemparkan botol kemasan air minum ke dalam lapangan. Sontak wajah Presiden marah dan menunjuk ke arah tribun penonton tersebut sambil berlalu meninggalkan tribun. Reaksi seperti ini seharusnya tidak perlu ada, dikanan kiri Presiden ada ada aparat keamanan bahkan ada Kapolri, dan Kpaolri pun mestinya cepat tanggap terhadap reaksi Presiden tersebut.

Akibat dari semua peristiwa tersebut, Presiden berdiri, polisi dan Paspampres langsung keluar lapangan dan mengawal Presiden meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Semua anggota rombongan yang menyertai Presiden turut pulang, seperti Ibu Negara Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, Mendiknas Muhammad Nuh, dan beberapa pejabat lainnya.

Sungguh ini sebuah reaksi yang sangat emosional dari seorang Pemimpin Negara, hanya karena kecerobohan aparat keamanan yang tidak mampu mengantisipasi keadaan. Prilaku suporter tersebut sepenuhnya tidak bisa disalahkan, karena hal tersebut tidak akan terjadi kalau saja keadaan disekitar stadion tersebut kondusif.

Sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi bangsa ini, masih banyak event besar pertandingan sepakbola yang akan dihadapi. Kita masih harus belajar menjadi bangsa yang beradab, yang bisa menghargai sportivitas pertandingan, menjadi penonton yang tertib. Karena sebagai Bangsa yang besar, ternyata kita belum sebesar apa yang kita harapkan, kita belum menjadi Bangsa yang besar secara intlektual dan prilaku. Sebagai tuan rumah, Kita masih harus belajar bagaimana menghargai tamu.

Padahal selama ini kita melihat kebesaran jiwa seorang SBY, di hujat kanan- kiri oleh masyarakatnya, namun beliau tidak pernah menunjukkan reaksi kemarahan dan kebenciannya, bisa sabar menghadapi buruknya penegakan hukum para aparat yang dipimpinnya, dan lambannya pemberantasan korupsi yang menjadi komitmennya, kok lantas SBY marah melihat prilaku buruk suporter sepakbola, sebagai Bapak dan Pemipin Negara, seharusnya SBY mampu menahan diri untuk tidak marah dan meninggalkan Timnas yang sedang berlaga serta ribuan rakyatnya yang sedang mendukung Timnas Indonesia. Lagi-lagi kesabaran seorang SBY terus di Uji.
Share this article :

1 komentar:

  1. Selamat jumpa Pak Aji.
    salam sejahtera.

    mungkin SBY tahu bahwa yang di sekelilingnya terlslu memperhatikan beliau,sehingga sudah tak sepeka SBY lagi dalam membaca reaksi rakyat,yang harus marah di sini seharusnya petinggi aparat keamanan,atau karena terlalu tegan mengawal beliau mereak jadi kurang peka ke bawah (rakyat).

    seharusnya yang berdiri dan langsung marah Kapolri lah hehe...

    salam
    sekalian permisi ikut belajar dari blog Pak Aji.

    terima kasih.

    Aang Suherman

    BalasHapus

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. mataajinatha - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger